Kamis, 26 Februari 2026

RELUNG CINTA 

            Senja mengelabui hatiku dengan rayuannya yang sangat menggoda hati, terbesit indahnya harapan yang penuh asa dalam sebuah mimpi, terbelalak mataku menatap gelapnya pandangan tertutup awan mulai menghitam. Jauh sudah langkah kaki ini berpijak dengan terpaan angin badai tetap kuatkan langkah menuju satu titik yang terang menderu harapan hidup. 

          kring, kring, suara dering handphone itu mulai mengejutkanku dari lamunan yang hampir terbang ke angkasa, panggilan penuh kejutan membuat aku seakan hidup kembali, akankah satu kisah terulang lagi, menyapa, tertawa bersama, melangkah bersama. dengan penuh harap hingga akhirnya kudengar apa yang terjadi mebuat semakin hancur hatiku, membuat tubuh ini terkulai tak berdaya, menjerit hati ini apakah ini akhir dari segalanya, atau segalanya akan berakhir saat ini. 

        Dengan tangisan hati akhirnya kulangkahkan kakiku yang seakan berat, menyapa dunia yang mulai tidak bersahabat, drak, drak, dengan kekuatan yang penuh kegigihan dalam kamar Nicu itu seseorang yang berada tepat disamping tubuhmu berusaha menekan tubuhmu dengan alat-alat medis menyakinkan diriku kembali bahwa kamu pasti akan baik-baik saja. 

        Tetap berjuang walau dengan hembusan nafas terakhirmu nak, ibu disisimu, hati ini berdamai dengan waktu, bahwa kamu akan selalu baik-baik saja hidup penuh cinta dan bahagia, namun ternyata dunia berhentik sejenak ketika orang yang berusaha dengan begitu kuatnya mengucapkan kamu sudah pergi, ku yakinkan hatiku untuk mengatakan kamu hanya tertidur, tetap kutatap penuh cinta wajahmu yang selamanya akan kukenang, tubuh indahmu yang begitu bersih dan putih, akhirnya butir air mata ini tak mampu lagi kubendung hanya kata ikhlas yang kini dapat kukatakan dari lubuk hatiku. 

        

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

RELUNG CINTA                 Senja mengelabui hatiku dengan rayuannya yang sangat menggoda hati, terbesit indahnya harapan yang penuh asa da...